Heritage menjadi bermakna karena bagian dari ingatan kolektif yang terus diwariskan antargenerasi -- Lowenthal, The Past is A Foreign Country, 1985 Boleh jadi, tidak ada wilayah di Indonesia yang paling paradoksal dari sejarah kepulauan Banda. Gugusan pulau kecil yang luasnya hanya beberapa puluh kilometer persegi ini pernah menjadi pusat perdagangan dunia, memicu ekspedisi samudra bangsa-bangsa Eropa, peperangan kolonial, sampai lahirnya peristiwa fenomenal; tukar guling pulau Rhun dengan Manhattan dalam Treaty of Breda 1667 . Tapi, di abad ini, Banda kembali menjadi arena perebutan. Bukan lagi berebut kawasan antara Inggris dan Belanda, tetapi perebutan makna ruang antara investasi ekonomi dengan upaya menjaga keberlanjutan lanskap sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat pulau kecil. Antara investor melawan para “penjaga Banda”. Membagi-bagi Banda: Makro-Meso-Mikro Dalam Rencana Induk Pengembangan dan Penataan Kawasan Banda Neira dan Sekitarnya ...
penAnotasi
Menulis adalah jalan keabadian