Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label sutan Sjahrir

Kalabaka Maniasa, Sjahrir, dan Sumpah Pemuda

Lukisan "Rapat Pemuda Banda"  (Sumber: Rumah pengasingan Sutan Sjahrir, Banda Naira) Genosida Banda tahun 1621 menyisakan tanah tak bertuan, kebun-kebun pala kosong, dan ibu-ibu yang dipaksa menjanda. Banda menjadi kota mati.   Tapi 2 bulan sebelum pembantaian VOC, ada seorang pemuda Banda yang berani dengan lantang menolak kolonisasi. Dia adalah Kalabaka Maniasa, seorang Banda-Belanda yang fasih berbahasa melayu dan Belanda. Kalabaka naik di atas kapal Jan Pieterszoon Coen berdebat soal Tindakan-tindakan VOC yang bengis. Coen berargumen bahwa tindakannya itu dikarenakan penduduk Banda yang keras kepala. Kalabaka menjawabnya tegas bahwa apa yang dilakukan Banda hanyalah untuk melindungi hak milik mereka, tanah tumpah darah, dan adat istiadatnya. Debat itu berlangsung beberapa jam, Coen terus mencari segala cara untuk menguatkan alasannya untuk penaklukan, dia bahkan harus mengungkit-ungkit kasus terbunuhnya pimpinannya di tahun 1609, Ketika Verhoef dibantai secara sadis oleh ...

Menjadi Merdeka

Kita sudah merdeka. Karena tak ada lagi bedil kompeni yang dikokang sembarangan ke mulut orang, atau pedang Dai Nippon yang dihunus di batang leher sembarangan. Karena kita memang sudah merdeka. Tapi, apa arti merdeka?   Sangat tidak mudah mengartikulasikan kata Merdeka, bahkan oleh Bung Karno sekalipun! Pernah suatu ketika, Tan Malaka marah besar kepada Soekarno, Hatta, dan Agus Salim di suatu malam tanggal 24 Januari 1946, hanya 5 bulan pasca kemerdekaan. Tan melontarkan kritiknya;    “Kepada kalian para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan. Aku merasa kemerdekaan itu tidak untuk kemasalahatan bersama…. Hai Soekarno sahabatku, kita belum merdeka, karena merdeka haruslah 100 persen. Hari ini aku melihat kemerdekaan hanya milik kaum elit yang mendadak bahagia menjadi borjuis, suka-cita menjadi ambtenaar…. Kemerdekaan hanya milik kalian, bukan milik rakyat! Dengarlah perlawananku ini, karena apabila kalian tetap bersikap s...